TOR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang sangat mendasar pada peradaban manusia, perubahan itu menyangkut seluruh bidang kehidupan. Sehingga banyak pula persoalan-persoalan yang muncul dan berkembang di masyarakat terjadi secara cepat.
Pada era globalisasi ini, sarana pendukung kemajuan masyarakat tersedia cukup lengkap, sehingga menimbulkan perubahan yang terjadi secara cepat dan drastis Hal ini menyebabkan individu semakin membutuhkan informasi dengan pelayanan yang berkualitas.
Sekarang kita hidup di dalam dunia yang sedang mengalami proes revolusi penerapan dari teknologi, sedangkan kerumitan teknologi semakin meningkat. Teknologi tidak hanya mempengaruhi individu saja, tetapi juga mempengaruhi keluarga, masyarakat, organisasi-organisasi/perusahaan dan hampir semua di dunia tidak terlewat untuk tidak di sentuh oleh teknologi komputerisasi dan hal ini telah mewabah dan menjamah di segala bidang, maka dalam melakukan segala aspek kehidupan dewasa ini tidak lepas dari peranan teknologi untuk menghasilkan informasi. Informasi adalah salah satu sumber daya manusia yang dikelola menyangkut aspek kehidupan. Sistem informasi merupakan milik para pemakai, bukan para spesialist informasi. Semakin hari komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik. sehingga menjadikan sistem informasi sangat penting dalam sebuah organisasi/instansi dan lain sebagainya.
Seperti penggunaan sistem informasi pada organisasi/instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan (PEMDA) melalui Sekretariat Daerah (SETDA) yaitu pada bagian pembangunan.
Pada hakikatnya pembangunan adalah perubahan terencana dalam upaya mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik, dilakukan secara terencana, berkelanjutan berlandaskan potensi dan kemampuan yang di miliki dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta memperhatikan berbagai permasalahan, tantangan dan peluang. Pelaksanaanya mengacu kepada nilai-nilai luhur, peraturan dan perundang-undangan serta dokumen perencanaan yang berlaku untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan agamis.
Sama seperti masyarakat yang ada di seluruh pelosok negri kita ini, khususnya masyarakat daerah kabupaten kuningan yang merupakan bagian terpadu dari Pembangunan Sumber Daya Manusia berperan untuk mewujudkan bangsa yang maju.
Monitoring adalah bagian dari kegiatan manajemen pembangunan untuk mengawasi/meninjau kembali/mempelajari serta mengawasi secara terus menerus terhadap pelaksanaan program/kegiatan di setiap tingkatan dan pihak-pihak terkait lainnya. Adapun parameter dalam kegiatan monitoring dimaksud adalah Rencana Strategis (RENSTRA), visi misi dan strategi, Arah Kebijakan Umum (AKU). Sedangkan kegiatan monitoring di lakukan bertujuan untuk menemukan permasalahan, mencari alternatif pemecahan da menyarankan langkah-langkah penyelesaian sebagai koreksi dini agar pelaksanaan kegiatan berjalan secara efisien dan efektif karena informasi atas kesesuaian rencana dengan pelaksanaan di rangkaikan secara tepat waktu kepada yang berkepentingan.
Melihat hal tersebut, maka perlu di butuhkan perangkat lunak atau database yang bisa menangani masalah Teknologi Informasi di bidang pembangunan khususnya pada pelaksanaan monitoring dimana nantinya hasil tersebut yaitu berupa software yang di harapkan bisa menunjang dan meningkatkan efisiensi serta aktivitas kerja dari instansi tersebut. Sistem tersebut dikenal dengan Sistem Monitoring APBD (Simon-APBD) pada Sekretariat Daerah (SETDA) Kabupaten Kuningan.

1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari pekerjaan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) adalah untuk memonitoring kegiatan APBD dan pembuatan laporannya..
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai meliputi hal-hal berikut :
 Merancang bangun Sistem Database sehingga dapat memudahkan untuk melakukan penyimpanan, pencarian, editing, penghapusan dan pelaporan data-data/dokumen yang sudah diproses.
 Membangun aplikasi Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD)) sehingga nantinya bisa menghasilkan informasi secara cepat dan akurat.

1.3 Ruang Lingkup dan Lokasi Kegiatan
a. Ruang lingkup pekerjaan mencakup kegiatan pembangunan yang berada di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, meliputi :
 Pengumpulan data-data/dokumen pembangunan yang meliputi :
1. Penataan dan penyimpaan data-data/dokumen terkait kegiatan monitoring pembangunan.
2. Penataan dan penyimpaan data-data/dokumen terkait Pelaporan kegiatan pembangunan.
 Evaluasi keterkaitan data-data/dokumen dari mulai proses penyiapan sampai dengan pelaksanaan kegiatan pembangunan untuk setiap wilayah
 Rancang bangun Data Base Management System (DBMS)
 Disain aplikasi untuk Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD)
 Penyusunan Laporan Akhir

b. Lokasi pekerjaan
Lokasi pekerjaan berada di lingkungan Sekretariat Daerah PEMDA Kuningan.

1.4 Pendekatan Studi
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem,yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini :
” Sitem adalah sekumpulan elemen – elemen yang berinterkasi untuk mencapai tujuan tertentu “ (Jogianto H.M., Analis dan Design Sistem Informasi, 1995 :2).
“ Suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan “ (W. Gerald Cole, 1985).
“ Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara bersama menjadi tujuan-tujuan yang sama “ (Lani Sidaharta, Pengantar Sistem Informasi Bisnis, 1995:9).
“ Sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan dan bertanggung jawab memproses masukan (input) sehingga menghasilkan keluaran (output) “. (Tavri D. Mahyuzir, Analis dan Perancangan Sistem Pengolahan Data, 1989:1).

1.4.1 Konsep Dasar Informasi
Definisi umum dari informasi menurut Mcleod adalah :
“Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti”.
Informasi menurut Gordon B. Davis “ Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.”
Informasi menurut Jogianto Hartono adalah “ Hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. “
Data Informasi

(belum berarti) (bentuk yang lebih berarti)
Gambar Data yang diolah menjadi informasi

1.4.2 Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle) . Siklus ini juga disebut sebagai siklus pengolahan data (data processing cycles).

Gambar Siklus Informasi
1.4.3 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi ( quality of Information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat pada waktunya (timeliness) dan relevan (relevance).

John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar.

Kualitas informasi ditentukan oleh tiga hal, yaitu :
• Akurat adalah informasi yang disajikan dari hasil output harus bebas dari kesalahan dan tidak bias.
• Tepat waktu adalah informasi yang sampai pada penerima harus masih dapat dipergunakan.
• Relevan adalah informasi yang diterima bagi penerima harus mempunyai manfaat yang asli.

Gambar Kualitas Informasi

1.4.4 Nilai Informasi
Nilai informasi (Value of information) ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suati bagian informasi pada suatu yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak didalam suatu organisasi/lembaga atau perusahaan. Lebih lanjut sebagian besar informasi tidak dapat presisi ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai finansial, tetapi bisa ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

1.4.5 Konsep Dasar Sistem Informasi
Informasi didapatkan dari sistem informasi (information system).
Sebagaimana dikemukakan oleh Alter (1996 : 2) bahwa “Sistem informasi adalah sistem yang menggunakan teknologi informasi untuk menyerap, mengirimkan, menyimpan, mendapatkan kembali, memanipulasi atau menampilkan informasi yang digunakan dalam satu atau lebih proses bisnis”.
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai berikut : “Sistem informasi adalah suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, medukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.”

1.4.6 Komponen Sistem Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski menegemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah block bangunan (block-building), yaitu block masukan (input block), block model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok basis data (database block) dan blok kendali (controls block) . Sebagai suatu sistem keenamblok tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

Gambar Blok Sistem Informasi Yang Berinteraksi

1.4.7 Database
Basis adalah terminal, pusat atau tempat perkumpulan. Data adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi informasi yang berguna. Jadi basis data (database) adalah kumpulan data suatu interface yang disusun sedemikian rupa agar mudah dalam pengelolaan pengaksesan, atau database adalah merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Penerapan databse dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basis data ( database system ) adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.
“ Data Base adalah sekumpulan data strore (bisa dalam jumlah yang sangat besar) yang tersimpan dalam magnetick disk, optical disk, magnetic drum atau media penyimpanan sekunder lainnya.” (Analisis dan Desain sistem Informasi).

DATABASE

Field Field Field Field Field

ID_Peg Nama Alamat Kota No_Telp

94_002 Ayat Jln.Raya Kuningan 0232-123
94_025 Asep Jln.Raya Kuningan 0232-123
94_026 Agus Jln.Raya Kuningan 0232-123
94_027
Ali Jln.Raya Kuningan 0232-123

Nilai Field Karakter

Record 1
Record2 Nama
filed
Record 3
Record N

Gambar Database

BAB II
TANGGAPAN DAN APRESIASI INOVASI

2.1 Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja
Didalam pekerjaan ini terdapat beberapa ketidak jelasan yang ada dan termuat dari Kerangka Acuan Kerja, dimana ketidak jelasan tersebut yang ditemukan antara lain :
1. Dari judul kegiatan SISTEM Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD), terdapat dualisme persepsi terhadap kegiatan yaitu pembangunan database namun sistem informasinya itu sendiri belum ada sehingga timbul kerancuan apabila sebuah sistem database dibangun tanpa sebuah sistem informasi yang merupakan media untuk Interfacenya, sehingga sistem database tersebut tidak dapat digunakan, sehingga konsultan memberikan apresiasi inovasi terhadap kegiatan ini dengan memberikan nama untuk sebuah sistem informasi dengan nama Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD). Maka dari hal tersebut jelas bahwa kegiatan ini akan membangun sebuah sistem informasi untuk kepentingan kegiatan monitoring APBD.
2. Tanggapan terhadap maksud dan tujuan yang tidak menyentuh terhadap substansi permasalahan, dimana dalam maksud dan tujuan hanya dituliskan bahwa tersedianya sistem pengarsipan/penyimpanan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan monitoring yang sistematis dan efisien, hal tersebut tidak menyentuh substansi permasalahan yang ada.
3. Tanggapan terhadap Metodologi dan Lingkup Kegiatan, pada materi metodologi dan lingkup kegiatan semakin tidak jelas karena hanya menjelaskan penataan dan penyimpanan file saja, sementara untuk kegiatan pembangunan sistemnya itu sendiri tidak dijelaskan. Sebenarnya dalam metodologi tahapan-tahapan penting dalam sebuah pembangunan sistem, penentuan metodologi yang digunakan bagaimana metodologi tersebut digunakan, tahapan-tahapan apa saja yang akan dilakukan dalam sebuah metodologi dan lainnya hal-hal yang menyangkut dengan pembangunan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD). Konsultan memberikan sebuah apresiasi inovasi bahwa Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) dibangun dengan menggunakan metodologi Linear Sequential Model, dimana dalam tahapan tersebut meliputi tahapan analisis, desain, coding dan implementasi serta testing, kelima tahapan tersebut harus dilalui seiring dengan rancang bangun sistem database serta input data yang seperti diuraikan pada Kerangka Acuan Kerja yang ada.
4. Sedangkan pada spesifikasi perangkat hardware dan sofware yang harus ada, satu hal kekurangan yang mendasar yaitu pengadaan software untuk sistem operasi server, dimana dalam pengadaan sistem operasi tersebut pengadaan sistem operasi tidak ditimbulkan.
5. Untuk kebutuhan tenaga ahli pun tidak jelas dimana dalam Kerangka Acuan Kerja hanya dituliskan kebutuhan Tenaga Informatika 5 orang dan kebutuhan Ilmu Komputer 5 orang. Dimana kebutuhan tenaga ahli harus lebih spesifik dimana kebutuhan tenaga ahli tersebut harus diuraikan sesuai dengan kegiatan yang akan digunakan. Konsultan memberi tanggapan bahwa kebutuhan tenaga ahli yang sesungguhnya adalah :
a. Ahli Sistem Informasi sebagai tim leader
b. Ahli Sistem Informasi
c. Ahli Analis Sistem
d. Ahli Database (2 orang)
e. Ahli Teknik Informatika (2 orang)
f. Ahli Networking
g. Ahli Teknik Komputer (2 orang)

2.2 Apresiasi dan Inovasi Pekerjaan
Didalam kegiatan ini konsultan memberikan apresiasi dan inovasi pada tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan dimana tahapan-tahapan itu adalah
2.2.1 Metodologi
Untuk memermudah dalam membangun aplikasi Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD), metodologi yang digunakan yaitu Linear Sequential Model dengan urutan kerja sebagai berikut:

– Analisis
Pada tahapan ini dilakukan analisa terhadap sistem yang aka dibangun oleh tim. Pada proses ini meliputi eberapa pekerjaan, yaitu :
a. Survey & Pengumpulan Dokumen
Untuk lebih memperjelas permasalahan yang sedang dihadapi serta arah sistem yang akan dibanguan, maka proses selanjutnya adalah melakukan pengkajian langsung terhadap sistem yang akan dibangun serta mengumpulkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem informasi.
b. Peta aliran data
Pada tahapan ini dikerjakan atau dianalisa alir data yang terjadi dari mulai proses penyiapan kegiatan monitoring sampai dengan pelaksanaan kegiatan monitoring, sehingga ter-cover berbagai data-data/dokumen yang dibutuhkan pada setiap proses yang dibutuhkan.

– Design
a. Perancangan awal
Dalam membuat perancangan awal, tim Analisis, dan perancangan bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis.
b. Perancangan detil
Pada tahap ini dibuat rancangan sistem secara detail sampai terbentuknya suatu database yang akan digunakan oleh aplikasi yang baru. Dalam perancangannya meliputi desain database, relasi antar tabel dan rancangan tabel yang akan dibangun.
c. Konfirmasi perancangan
Setelah rancangan selesai dibuat, selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan user yang akan menggunakan sistem tersebut. Pada tahapan ini dimungkinkan ada perubahan atau perbaikan terhadap rancangan sistem yang sudah dibuat.

– Implementasi (Coding)
Pada tahap ini tim programmer akan mengimplementasikan sistem yang sudah dibangun sehingga menjadi suatu peangkat lunak yang akan digunakan untuk mempermudah dalam penyusunan jadual perkuliahan.

– Uji program
Pada tahap ini akan diuji program yang sudah dibuat dengan cara memanggil beberapa user untuk menggunakan aplikasi yang baru, apabila ada kekurangan maka akan dilakukan perbaikan sesuai dengan rancangan sistem yang sudah disepakati. Setelah tahapan ini selesai, selanjutnya adalah menguji sistem yang sudah dibangun, dengan menggunakan aplikasi yang sudah dibuat. Pada tahap ini akan ditinjau apakah proses pembuatan jadual berjalan dengan benar sesuai dengan perencanaan. Jika terjadi permasalahan maka akan dilakukan pengkajian ulang terhdap sistem tersebut.

2.2.2 Pengolahan Database
Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Database diperlukan karena:
• Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
• Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
• Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
• Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
• Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar
Pengolahan Database berfungsi untuk menentukan penciptaan basis data dan akses kedalam basis data itu sendiri. Dengan fungsi ini dapat ditentukan cara yang konsisten untuk pemasukan, pemutakhiran, penghapusan dan pencarian data itu kembali.

2.2.3 Aplikasi Basis Data
Aplikasi basis data mempunyai kegunaan untuk melakukan operasi-operasi basis data, yaitu :
• Pengisian/penambahan data (Entry/Add)
• Penghapusan data (Delete)
• Pencarian data (Find)
• Pengubahan data (Update/Edit)
• Pencetakan data (Print Report)

2.2.4 Pembuatan Komponen Aplikasi Basis Data
2.2.5 Menu Login

Gambar Tampilan Menu Login
Jika password anda kosong, maka akan ada tanda peringatan bahwa password anda kosong, Berikut gambar peringatanya. :

Gambar Tampilan Warning login
Jika password anda salah, maka akan ada tanda peringatan bahwa password anda salah, Berikut gambar peringatanya :

Gambar Tampilan Warning login
2.2.6 Menu utama

Gambar Tampilan Menu Utama/Home
2.2.7 Menu Input/Edit Data
Dalam aplikasi ini terdapat beberapa input yaitu input data Dinas, perusahaan, Proyek, Monitoring dan pegawai. Berikut adalah tampilan form input

Gambar Input/Edit Data Dinas

Gambar Lihat Data Dinas

Gambar Hapus Data Dinas

Gambar Input/Edit Data Perusahaan

Gambar Lihat Data Perusahaan

Gambar Hapus Data Perusahaan

Gambar Input/Edit Data Proyek

Gambar Input/Edit Data Monitoring

Gambar Input/Edit Data Pegawai

Gambar Lihat Data Pegawai

Gambar Hapus Data Pegawai

2.2.8 Menu output data/Laporan
Setelah kita melakukan penginputan di form yang telah ada, maka hasil atau output dari Sistem Informasi pengendalian proyek adalah sebagai berikut :

BAB III
METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

3.1 Metodologi
Untuk memermudah dalam membangun aplikasi Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD), metodologi yang digunakan yaitu Linear Sequential Model dengan urutan kerja sebagai berikut:

– Analisis
Pada tahapan ini dilakukan analisa terhadap sistem yang aka dibangun oleh tim. Pada proses ini meliputi eberapa pekerjaan, yaitu :
a. Survey & Pengumpulan Dokumen
Untuk lebih memperjelas permasalahan yang sedang dihadapi serta arah sistem yang akan dibanguan, maka proses selanjutnya adalah melakukan pengkajian langsung terhadap sistem yang akan dibangun serta mengumpulkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem informasi.
b. Peta aliran data
Pada tahapan ini dikerjakan atau dianalisa alir data yang terjadi dari mulai proses penyiapan kegiatan monitoring sampai dengan pelaksanaan kegiatan monitoring, sehingga ter-cover berbagai data-data/dokumen yang dibutuhkan pada setiap proses yang dibutuhkan.

– Design
a. Perancangan awal
Dalam membuat perancangan awal, tim Analisis, dan perancangan bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis.
b. Perancangan detil
Pada tahap ini dibuat rancangan sistem secara detail sampai terbentuknya suatu database yang akan digunakan oleh aplikasi yang baru. Dalam perancangannya meliputi desain database, relasi antar tabel dan rancangan tabel yang akan dibangun.
c. Konfirmasi perancangan
Setelah rancangan selesai dibuat, selanjutnya dilakukan konfirmasi dengan user yang akan menggunakan sistem tersebut. Pada tahapan ini dimungkinkan ada perubahan atau perbaikan terhadap rancangan sistem yang sudah dibuat.

– Implementasi (Coding)
Pada tahap ini tim programmer akan mengimplementasikan sistem yang sudah dibangun sehingga menjadi suatu peangkat lunak yang akan digunakan untuk mempermudah dalam penyusunan jadual perkuliahan.

– Uji program
Pada tahap ini akan diuji program yang sudah dibuat dengan cara memanggil beberapa user untuk menggunakan aplikasi yang baru, apabila ada kekurangan maka akan dilakukan perbaikan sesuai dengan rancangan sistem yang sudah disepakati. Setelah tahapan ini selesai, selanjutnya adalah menguji sistem yang sudah dibangun, dengan menggunakan aplikasi yang sudah dibuat. Pada tahap ini akan ditinjau apakah proses pembuatan jadual berjalan dengan benar sesuai dengan perencanaan. Jika terjadi permasalahan maka akan dilakukan pengkajian ulang terhdap sistem tersebut.

3.2 Pengolahan Database
Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Database diperlukan karena:
• Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
• Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
• Mengurangi duplikasi data (data redudancy)
• Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)
• Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar
Pengolahan Database berfungsi untuk menentukan penciptaan basis data dan akses kedalam basis data itu sendiri. Dengan fungsi ini dapat ditentukan cara yang konsisten untuk pemasukan, pemutakhiran, penghapusan dan pencarian data itu kembali.

3.3 Aplikasi Basis Data
Aplikasi basis data mempunyai kegunaan untuk melakukan operasi-operasi basis data, yaitu :
• Pengisian/penambahan data (Entry/Add)
• Penghapusan data (Delete)
• Pencarian data (Find)
• Pengubahan data (Update/Edit)
• Pencetakan data (Print Report)

3.4 Pembuatan Komponen Aplikasi Basis Data

3.4.1 Menu Login

GambarTampilan Menu Login
Jika password anda kosong, maka akan ada tanda peringatan bahwa password anda kosong, Berikut gambar peringatanya. :

Gambar Tampilan Warning login
Jika password anda salah, maka akan ada tanda peringatan bahwa password anda salah, Berikut gambar peringatanya :

Gambar Tampilan Warning login
3.4.2 Menu utama

Gambar Tampilan Menu Utama/Home
3.4.3 Menu Input/Edit Data
Dalam aplikasi ini terdapat beberapa input yaitu input data Dinas, perusahaan, Proyek, Monitoring dan pegawai. Berikut adalah tampilan form input

Gambar Input/Edit Data Dinas

Gambar Lihat Data Dinas

Gambar Hapus Data Dinas

Gambar Input/Edit Data Perusahaan

Gambar Lihat Data Perusahaan

Gambar Hapus Data Perusahaan

Gambar Input/Edit Data Proyek

Gambar Input/Edit Data Monitoring

Gambar Input/Edit Data Pegawai

Gambar Lihat Data Pegawai

Gambar Hapus Data Pegawai

3.4.4 Menu output data/Laporan
Setelah kita melakukan penginputan di form yang telah ada, maka hasil atau output dari Sistem Informasi pengendalian proyek adalah sebagai berikut :

BAB IV
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN
DAN ORGANISASI PEKERJAAN

4.1 Tahapan Pekerjaan
Tahapan pekerjaan yang dilakukan pada pekerjaan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) pada SETDA Kabupaten Kuningan, adalah sebagai berikut :

4.1.1 Persiapan
Pekerjaan persiapan memerlukan waktu 1 minggu dan merupakan awal dari semua kegiatan. Pekerjaan Persiapan terdiri dari :
a. Persiapan Administrasi
Penyusunan surat-surat serta dokumen-dokumen baik teknis maupun non teknis. Tenaga yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Tim leader, Ahli Analisis sistem, Ahli Analisis Database dan Tenaga Administrasi.
b. Persiapan Rencana Kerja
Rencana kerja disusun oleh seluruh tenaga yang terlibat pada pekerjaan persiapan Administrasi. Waktu penyusunan persiapan rencana kerja adalah overlap dengan pekerjaan persiapan administrasi.
c. Persiapan Surat-surat
Persiapan surat-surat dilakukan oleh tenaga administrasi.

4.1.2 Pengadaan data
a. Pengadaan Data-data/Dokumen
Pengadaan data-data/dokumen administrasi. Kegiatan ini dilakukan berkala dan membutuhkan waktu selama 3 minggu setelah pekerjaan persiapan selesai.

4.1.3 Pengolahan data Administrasi Wilaya Kerja Minyak dan Gas Bumi
a. Proses Colecting/Identifikasi Database
Pengkoleksian dan identifikasi database dilakukan setelah pengkoleksian dilaksanakan dalam hal ini seminggu setelah administrasi diperoleh. Pekerjaan ini membutuhkan waktu 2 (dua) minggu.

b. Proses Colekting/Identifikasi Administrasi
Pengkoleksian dan identifikasi administrasi dilakukan setelah pengkoleksian dilaksanakan dalam hal ini seminggu setelah administrasi diperoleh. Pekerjaan ini membutuhkan waktu 2 (dua) minggu.

d. Entri data Identifikasi
Proses entry data kedalam database Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) dilakukan pada minggu ke-3 bulan kedua dan selesai pada akhir minggu bulan ke-2. Pekerjaan ini membutuhkan waktu 2 (dua) minggu.

4.1. 4 Survey dan Investigasi (Field Chek)
Pekerjaan survey identifikasi dilakukan setelah proses pengadaan data pada instansi selesai. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh perbadingan kebenaran data sebenarnya dilapangan. Pekerjaan survey membutuhkan waktu selama 2 (dua) minggu yaitu pada akhir bulan pertama dan selesai minggu ke-dua bulan ke-dua.

4.1.5 Analisis Sistem dan Implementasi Program
a. Analisa dan Desain Sistem
Analisa sistem dan desain dilakukan selama 42 hari yaitu pada minggu ke-empat bulan ke-satu dan selesai pada akhir minggu pertama bulan ke-tiga.
b. Penyusunan Database
Penyusunan database dilakukan setelah informasi data, baik data lapangan maupun data instansi terkumpul. Pekerjaan ini dilakukan pada awal minggu ke-dua bulan ke-dua dan selesai pada minggu ke-empat bulan ke-dua.
c. Entri data Atribut ke Database
Entry data dilakukan selama 2 (dua) minggu. Pekerjaan ini overlap/berbarengan dengan pekerjaan.
d. Relationship data Spasial ke Database
Pekerjaan relationship data spasial ke database dilakukan setelah pembuatan database dilakukan yaitu pada awal minggu pertama bulan ke-tiga sampai dengan akhir minggu ke-dua bulan ke-tiga.
e. Pemrograman Aplikasi (Customized Application)
Pekerjaan Pemrograman Aplikasi (Customized Application) dilakukan selama 35 hari yaitu dimulai pada minggu ke-tiga bulan ke-dua dan selesai pada akhir minggu ke-tiga bulan ke-tiga.

4.1.6 Verifikasi Program
Proses verifikasi program Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) membutuhkan waktu 40 hari atau 4 (empat) minggu yaitu dimulai pada akhir minggu ke-empat bulan ke-dua dan selesai pada akhir bulan ke-tiga.

4.1.7 Asistensi dan Expose
Asistensi dan Expose pada dilakukan dua kali yaitu pada minggu ke-tiga bulan kedua dan pada akhir pekerjaan pelaporan akhir yaitu pada minggu ke-dua bulan ke-empat.
4.1.8 Pelaporan
a. Laporan Pendahuluan
Penyusunan laporan pendahuluan dilakukan selama dua minggu dan waktu penyerahan laporan dilakukan pada akhir minggu ke-dua bulan pertama.
c. Laporan Antara
Laporan perancangan sistem dilakukan 30 hari setelah SPMK keluar. Waktu penyusunannya dimulai awal minggu ke-empat bulan pertama dan diserahkan pada akhir minggu ke-empat bulan Kedua.
f. Laporan Akhir
Penyusunan laporan akhir dilakukan selama seminggu dan waktu penyerahan dilakukan pada akhir pekerjaan yaitu minggu ke-tiga bulan ke-tiga.
g. Laporan Pendukung
Waktu penyerahan laporan pendukung bersamaan dengan laporan akhir kecuali untuk laporan hasil survey dilakukan setelah pekerjaan survey.
h. Pelatihan
Pelatihan dilakukan 2 (dua) hari pada akhir-akhir seluruh pekerjaan selesai.

4.2 Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Waktu pelaksanaan Pembuatan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) adalah 90 (sembilan puluh) hari kalendar, terhitung sejak ditetapkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada time schedule dibawah ini.

RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN
URAIAN PEKERJAAN BULAN I BULAN II BULAN III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan
Pengadaan data
Pengolahan data
Survey dan Investigasi (Field Chek)
Analisis Sistem dan Implementasi Program
Asistensi dan Expose
pelaporan

4.3 Bagan Organisasi Pekerjaan
Bagan organisasi untuk pelaksanaan pekerjaan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) dimaksudkan untuk tercapainya sasaran-sasaran yang diinginkan, seperti berikut ini:
a. Agar penyelesaian pekerjaan dapat memenuhi segala kriteria yang telah dipersyaratkan.
b. Agar pelaksanaan pekerjaan tersebut terkoordinir dengan baik, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan secara sistematis, efisien dan tepat waktu.
c. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh setiap tenaga ahli akan saling berkesinambungan dengan koordinasi dari team leader, sehingga hasil kegiatan akan efektif dan memenuhi sasaran aspek teknis.
Penyusunan organisasi pelaksana pekerjaan sangat penting untuk kelancaran proyek ini, untuk itu konsultan telah memilih anggota team dari para akhli staf yang profesional dan berpengalaman di bidangnya masing-masing.

4.4 Tugas dan Tanggung Jawab Personil
Agar didapat hasil yang optimal, maka pelaksanaan kegiatan akan ditangani oleh tenaga ahli yang mempunyai pengalaman dalam bidang Sistem Analisa Database, Analisa sistem dan Komputerisasi baik Programer maupun Operator. Dengan penggunaan tenaga ahli tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran secara jelas langkah-langkah yang diambil dalam melaksanakan pekerjaan secara keseluruhan.
Secara garis besar bidang keahlian yang dibutuhkan untuk Sistem Informasi Administrasi Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (SIA-WKMGB) di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumbe Daya Mineral adalah sebagai berikut :
a. Penanggung Jawab
Penanggung Jawab bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan, baik secara teknis maupun secara administratif, Melakukan penanadatanganan kontrak dan melakukan tindakan atau kebijakan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Melakukan koordinasi dengan pemimpin bagian proyek serta melakukan pengawasan langsung terhadap Team Leader.

b. Tim Leader
Team Leader harus mempunyai pengalaman yang memadai atau mempunyai pengalaman minimal 8 tahun dalam bidang keahliannya dan mengerti proses pelaksanaan pekerjaan. Tugas Team Leader adalah sebagai berikut :
 Bertanggung jawab kepada penanggung jawab terhadap jalannya pekerjaan baik secara teknis maupun administratif
 Melakukan koordinasi baik intern maupun ekstern untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
 Memimpin, mengatur seluruh tenaga ahli agar bekerja sesuai bidang dan keahlianya secara benar dan sesuai dengan prosedur yang terdapat pada KAK, sehingga tujuan dan sasaran pekerjaan dapat tercapai secara optimal.
 Mengevaluasi masalah yang timbul dan mencarikan jalan keluar pemecahan masalah agar pekerjaan dapat berjalan sehingga tercapai hasil kerja yang optimal
 Melakukan koordinasi dengan supervisor, melakukan diskusi dan rapat-rapat mengenai pembahasan pekerjaan
 Memeriksa laporan-laporan yang dibuat oleh para tenaga ahli
 Bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan, analisis-analisis dan pelaporan

c. Ahli Analisis Sistem
Sesuai perkembangan dan tuntutan jaman yang pada saat ini hampir disemua bidang teknologi menggunakan teknologi informasi, maka tenaga ahli tersebut harus berpengalaman dalam teknologi informasi, Tugas tenaga ahli Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) yaitu :
 Bertanggung jawab dalam proses pengolahan data spasial yang telah di inventarisir dari Dinas/Badan/Lembaga kedalam bentuk basis data Simon-APBD.
 Pembentukan basis/Database Management System (DBMS)
 Penyusunan model analisis setelah melakukan diskusi dengan Tim Leader
 Melakukan monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan pekerjaan tersebut
 Melakukan analisis database yang telah di inventarisasi
 Mendesain sistem relational database dari data-data yang ada
 Monitoring dan evaluasi selama pekerjaan berlangsung
 Bertanggung jawab atas kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan

d. Ahli Sistem Informasi
Tenaga ahli Sistem Informasi dalam pekerjaan Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD) di SETDA Kabupaten Kuningan. Tugas tenaga ahli Sistem Informasi adalah sebagai berikut :
 Bertanggung jawab dalam proses penyusunan Rencana Strategis sistem informasi.
 Penyusunan model analisi sistem informasi Tim Leader
 Melakukan koordinasi dengan ahli Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD), agar data yang dihasilkan aman, teratur dan dapat diproses untuk kegiatan selanjutnya
 Monitoring dan evaluasi selama pekerjaan berlangsung
 Bertanggung jawab atas kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan

e. Programmer
 Pembuatan listing program
 Pembuatan programing Sistem Informasi Monitoring APBD (Simon-APBD)
 Pengetesan program aplikasi dalam jaringan lokal
 Evaluasi dan Debuging terhadap setiap form modul
 Melakukan verifikasi terhadap program yang dibuat
 Bertanggung jawab terhadap kualitas hasil pekerjaan

f. Operator Komputer
Tenaga komputer ini bertugas melakukan, kompilasi data, editing data, pembentukan basis data, klasifikasi data. Tenaga operator ini dibawah pengawasan para Tenaga ahli.

g. Monitoring
Tenaga monitoring bertugas menyelesaikan permasalahan dan membantu tenaga ahli dan personil lain dalam proses pemecahan permasalahan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: